Sabtu, 24 Maret 2012

Pembatalan Akses Blog

Karena, hanya 4 orang yang mengisi form, maka diputuskan akses blog ber-password dibatalkan -__- sebagai penggatinya kalian bisa kunjungi forum (sejenis kaskus) di sini FORUM SPENSA 2011-2012 Maaf, forum masih dalam fase pembenahan :D

Minggu, 04 Maret 2012

Akses Blog

Mengingat semakin banyak orang iseng masuk ke blog ini, nantinya tepat tanggal 20 Maret 2012 blog ini nantinya hanya dapat dibuka oleh anggota blog saja. Nah, kalau mau mendapatkan akun di blog ini, silahkan isi form di bawah ini :

KLIK DI SINI 

Satu e-mail hanya untuk satu akun,


Minta kerjasamanya

Admin Agindra 

SISTER SCHOOL KE SINGAPURA DAN MALAYSIA

Alhamdulillah, mendarat kembali dengan selamat di Bandara Adisucipta, Yogyakarta
Tepat jam 24.10 menit , Jum’at , 3 Maret 2012 lalu, Pesawat Air Asia.Com yang membawa rombongan peserta Sister School dari SMPN 1 Wonosobo mendarat di bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Rombongan tersebut  berjumlah 12 siswa dan 1 orang guru (Heru Santosa, PJP RSBI) dari SMPN 1 Wonosobo dan beberapa rombongan lain dari SMP N RSBI 2 Magelang ( 14 siswa dan 1 guru) serta SMPN RSBI 3 Batang (7 siswa dan 1 guru). Agenda Sister School  SMPN 1 Wonosobo pada hari  pertama dan kedua yakni mengunjungi Singapura. Di kota ini, selain membawa misi berkunjung ke dua sekolah (ST.Francis Methodist School dan AEC College), juga menjalin kerjasama dengan ditandatangani MOU, dan berwisata tentunya.
Sister School di Singapura
Sesampai di  Kota Singa, acara pertama adalah mengunjungi St. Francis Methodist School. Rombongan disambut oleh Mr James Tom di ruang perpustakaan. Setelah sesi  tanya jawab dan penandatanganan MOU, peserta melanjutkan dengan berkeliling melihat sudut-sudut sekolah. Acara lalu dilanjutkan dengan  wisata kota. Patung berkepala singa (Patung Merlion) sebagai icon kota dengan julukan Negeri Singa ini terletak di Pulau Sentosa. Yakni pulau yang memiliki banyak sekali atraksi, hiburan, tempat makan, dan pantai. Kalau di Jakarta tempat ini mirip dengan Ancol. Sebuah Integrated Resort pertama yang dilengkapi dengan hotel, casino, shopping center, dan universal studio Singapura. Peserta juga menyaksikan Song of The Sea (Lagu Laut), sebuah pertunjukkan yang memukau menjelang waktu Magrib. Perpaduan antara musik yang lembut, air jernih, semburat api, kembang api, cor hidup, menimbulkan efek yang dramatis dan menjadi tontonan yang menyenangkan.
Sister School di Malaysia
Sekolah kedua yang dikunjungi adalah AEC College. Sebuah sekolah swasta yang berhasil mengembangkan program akademis dan non akademis dari level SMP, SMA , Program Diploma, sampai dengan Magister. Bebagai jurusan juga dibuka di sekolah mini yang memiliki banyak jurusan ini. Cara untuk promosi dan publikasi sekolah juga sangat kreatif dan efektif, misalnya dengan memberi label sekolah pada kemasan air mineral. “Itu menjadi nilai plus yang dapat kita contoh”, kata Heru Santoso kepada Tim EKSIS SPENZA. Sisi plus lainnya masih banyak lagi, namun yang sangat mengesankan lagi adalah trik untuk menangani sampah. Sampah di-manage secara efektif mulai dari pemisahan jenis , pengolahan dan pemanfaatan sampah.
Foto bersama di depan Istana Negara Malaysia
Hari Rabu dan Kamis kunjungan dilanjutkan ke Malaysia. Di Negeri Jiran ini, kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Istana Negara Kuala Lumpur, Menara Kembar ‘Twin Towers’ dan ke Genting Highland (Wisata Gunung). Istana Negara yang semula merupakan kediaman seorang ahli dagang Cina, Chan Wing, kemudian menjadi kediaman resmi bagi Yang Di-Pertuan Agong ini sangat dipelihara keindahannya. Instana tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum, pengunjung hanya bisa melihat-lihat dari depan pintu masuk. Bila ingin berfoto ria, pengunjung dapat mengajak pengawal yang berjaga-jaga. Pertukaran pegawai berkuda di pintu masuk istana juga menarik untuk disaksikan.
Twin Towers menjulang tinggi!
Kunjungan berikutnya ke Genting Highlands. Tanah Tinggi Genting (2000 m di atas muka laut) ini adalah puncak gunung dari pegunungan Titiwangsa diMalaysia serta menjadi tempat resort terkenal dengan nama yang sama. Berada di perbatasan negara bagian Pahang dan Selangor, tempat ini dapat dicapai dengan satu jam berkendara roda empat dari Kuala Lumpur atau melalui kereta gantung Genting Skyway yang saat ini merupakan yang tercepat di dunia dan terpanjang di Asia Tenggara. Cuaca di Genting Highlands relatif sejuk dengan temperatur tidak lebih dari 30 °C dan jarang turun di bawah 15 °C setiap tahunnya (Wikipedia).
Foto di Ruang Perpustakaan ST.Francis Methodist School bersama Mr.James Tom
Itulah oleh-oleh dari Sister School di Singapura dan Malaysia. Bagi teman spensa lainnya bisa menjadi wawasan baru sebelum berkunjung secara langsung ke dua negara maju tetangga kita tersebut. Bagi peserta Sister School (Narendra, Bintang, Aprilia Ayu, Fajriah, Renaldy, Megy, Mikail, Bima, Wilda, dn 2 temanny) jelas menjadi pengalaman yang mengasyikkan dan tak terlupakan. Termasuk pengalaman tinggal di beberapa hotel ternama seperti di Fragrance Hotel Selegie, Ancasa Hotel & Resorts, dan Hotel Selesa Johor Baru. Demikian juga menu masakan, Kedai Coklat (Cocoa Boutique) dan kenangan saat goback and via air line bersama teman pasti menyenangkan (walaupun sudah pernah naik pesawat). Semoga pengalaman dan wawasan setelah mengikuti Sister School ini bermanfaat bagi kemajuan sekolah kita. Amin! (Eko Hastuti)

Sabtu, 03 Maret 2012

Alasan Yang Membuat Kita Malas Belajar

Belajar adalah kewajiban bagi seorang pelajar kan. Disekolah kita sudah pasti kita belajar, dirumah juga belajar, dimanapun kita pasti belajar. Tapi seringkali kita malas untuk belajar. Hayooo ngaku siapa yang suka malas belajar? Yup, ada saja alasan untuk kita malas belajar. Ada nggak nih, alasan malas belajar kamu seperti dibawah ini.
Mood
Mood adalah sesuatu yang sangat berpengaruh dalam proses belajar kamu, kawan. Waktu kita sedang nggak mood kamu pasti malas belajar. Nah, biar mood belajar kamu nggak naik turun, ciptakan suasana yang enak untuk belajar, efeknya mod belajar kamu akan naik lagi.
Susah Memahami Pelajaran
Mungkin alasan yang satu ini sering dijadikan alasan untuk malas belajar. Memang benar sih, kalau sudah susah memahami salah satu mata pelajaran, kamu jadi galau dengan pelajaran tersebut, ya kan? Nah, untuk mengatasinya kamu bisa belajar kelompok bersama teman-teman, dengan belajar kelompok kamu bisa sharing berbagai pelajaran yang sulit dengan teman.
Lingkungan Sekitar
Jangan anggap remeh masalah lingkungan sekitar, kawan. Lingkungan sangatlah berpengaruh dalam proses belajar. Kalau lingkungan kamu nggak nyaman maka secara otomatis kamu akan malas belajar. Yang harus kamu lakukan adalah menciptakan lingkungan senyaman mungkin.
Sakit
Kalau kamu sakit, jangankan belajar, mau makan saja kamu pasti malas. Yup, kita harus selalu syukuri anugrah sehat yang telah diberi Tuhan. Dengan keadaan fisik yang sehat kamu akan semangat belajar, kawan.
Game
Nah, ini dia alasan yang paling membuat kita malas belajar. Yup, nge-game. Kalau sering nge-game, kamu secara otomatis akan malas belajar karena sudah nyaman dengan game yang kita mainkan. Sebaiknya kamu harus membagi waktu yang pas untuk belajar dan nge-game.

Senin, 06 Februari 2012

Hasil Voting, Kelas Paling Gahoel

Pemenang :
1. Kelas VII E; 12 Vote
2. Kelas VII A; 10 Vote
3. Kelas VII B; 8 Vote

Note : Dalam sehari kamu cuma bisa VOTE sekali, jadi percuma dong kamu vote banyak-banyak :)

Sabtu, 04 Februari 2012

Menulis di Blog Bikin Remaja Lebih Pede

         Kebiasaan menulis di situs pribadi seperti blog ternyata berdampak positif bagi perkembangan mental remaja. Dalam studi terbaru terbukti remaja yang punya masalah dalam pergaulannya cenderung lebih tenang dan percaya diri setelah mereka menyampaikan unek-uneknya di blog.
         Penelitian tersebut dilakukan terhadap 161 siswa sekolah menengah atas di Israel, yang terdiri dari 124 remaja putri dan 37 remaja laki-laki berusia 15 tahun. Pada umumnya remaja tersebut punya masalah dalam pergaulannya alias kuper.
         Para remaja itu dibagi dalam enam kelompok. Empat kelompok ditugaskan untuk mulai menulis di blog, satu kelompok menulis dalam buku harian pribadi mengenai masalah sosialisasi, dan kelompok terakhir tidak melakukan apa pun.
         Pada dua kelompok yang diminta ngeblog, mereka fokus menulis tentang persoalan pergaulan dan salah satu kelompok membebaskan pembaca blognya untuk berkomentar. Dua kelompok yang juga melakukan aktivitas ngeblog lainnya diperbolehkan menulis tentang berbagai topik, dan salah satu kelompok tersebut juga terbuka untuk komentar pembaca.
         Selama 10 minggu para remaja itu melakukan kebiasaan barunya. Para peneliti kemudian menganalisa kepercayaan diri para remaja itu, termasuk aktivitas sosial dan kebiasaannya sebelum, saat periode penelitian, dan dua bulan pasca durasi penelitian.
Remaja yang berasal dari kelompok menulis blog menunjukkan peningkatan pesat dalam kepercayaan diri. Aspek psikologis lainnya seperti kecemasan dan tekanan emosional juga berkurang. 
Peningkatan paling signifikan tampak pada remaja yang diminta "curhat" mengenai masalah pergaulan dan blognya terbuka untuk dikomentari. 
          "Penelitian menunjukkan menulis buku harian pribadi serta bentuk penulisan ekspresif lainnya adalah cara yang baik untuk melepaskan tekanan emosional. Remaja saat ini sangat dengan dunia online sehingga blog bisa menjadi media ekspresi dan komunikasi dengan sebayanya," kata ketua peneliti Meyran Boniel-Nissim. 
           Ditambahkan olehnya, meski gangguan di dunia online atau cyberbullying kini semakin luas, namun pada umumnya komentar-komentar yang masuk dalam blog para remaja itu bernada positif dan memberi dukungan.


SUMBER : KOMPAS.com

Jumat, 27 Januari 2012

RUMAH OLAHRAGA BAGI ANAK MISKIN

PAGI-PAGI Permadi sudah bangun. Jam menunjukkan pukul 05.00. Pria berusia 70 tahun itu masih terlihat sehat dan gagah saat menggunakan sepeda motor menuju ke lapangan tenis indoor di Jalan Sindoro. Ya, Permadi adalah pembina atlet yang tak kenal lelah. Dia mendirikan rumah olahraga di Jalan Dieng 22, Kampung Rowopeni, Wonosobo.
Sosok dan kiprah Permadi dalam menggerakkan dunia olahraga memang seperti tak terendus media massa. Padahal dari tangan dinginnya, para atlet dari Wonosobo berhasil meraih medali pada kompetisi tingkat daerah, nasional, dan internasional.
”Saya hanya ingin berbagi ilmu dengan generasi muda. Saya ikhlas mengabdikan sisa usia untuk kemajuan olahraga,” kata dia.
Pertengahan 1978, hati Permadi terketuk setelah tak seorang pun atlet Wonosobo bisa mengharumkan nama daerah. Dia melihat anak-anak kampung hanya menjadi penonton dan tak banyak yang berkesempatan menjadi atlet. ”Saya ingin anak-anak tumbuh dengan sehat dan berprestasi,” ujarnya.
Wujudkan Obsesi
Tak berhenti dengan membinan, Permadi pun rajin menyambangi kolega pejabat yang mengurusi bidang olahraga untuk mengadvokasi anak-anak berprestasi. Dia berharap anak berbakat tersebut mendapat penghargaan dari pemerintah. ”Anak-anak yang punya bakat dan berprestasi di bidang olahraga harus dihargai. Kesulitan mereka di sekolah harus terpecahkan.”
Permadi tidak terlalu kaya, meski rumahnya tergolong mewah untuk ukuran warga di kampungnya. Untuk mewujudkan obsesi dalam pembinaan olahraga bagi anak-anak, dia menyisihkan uang dari penghasilan melatih tenis profesional para pejabat dan pegawai negeri sipil. Dia enggan menyebut berapa penghasilan per bulan. Namun sekitar 30 atlet yang belajar di rumahnya tak dipungut biaya, bahkan setiap anak didik yang berprestasi dia beri uang pembinaan. Nilainya bervariasi, paling kecl Rp 100.000. Dia sering juga memberikan alat-alat tulis dan perlengkapan pendidikan bagi siswa kurang mampu.
”Saya persilakan semua anak bebas berkreasi. Mereka rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu. Kalau setelah latihan orang tuanya tidak menjemput, saya yang mengantarkan,” tuturnya.
Untuk memicu anak-anak rajin berlatih di rumahnya, dia memasang tulisan-tulisan motivasi di dinding rumah. Dia menyediakan pula aneka jajanan anak secara gratis. Di rumahnya juga terdapat berbagai jenis tanaman bunga bervariasi yang disukai anak-anak.
Di sela-sela menunggu latihan, anak-anak dimanjakan dengan aneka mainan pengasah otak. Setelah sekolah caturnya saat ini berkembang, dia ingin mendirikan arena olahraga bridge dan bola sodok di sudut rumah yang tersisa.
Kini, dia fokus mengembangkan pembinaan jenis olahraga yang tak perlu membutuhkan areal terlalu luas. ”Cuaca di Wonosobo yang hujan terus-terusan membuat olahraga tennis di areal terbuka kurang efektif,” katanya.
Permadi tak segan-segan mendatangi kepala sekolah untuk meminta anak berprestasi di bidang olahraga diberi keringanan biaya pendidikan dan akses beasiswa ke jenjang lebih tinggi. Sebab, dia prihatin selama ini pemerintah pusat dan daerah belum memperhatikan secara serius nasib dunia olahraga. Ingar-bingar komitmen membesarkan olahraga hanya tampak sebelum digelar kejuaraan, tetapi tidak pernah ada tindak lanjut secara jelas dan terarah.
Hidup Sendiri   
Sehari-hari Permadi tinggal sendirian di rumah berukuran 10 x 12 meter sejak sang istri, Maria Theresia, meninggal lima tahun lalu. Tak ada pembantu rumah tangga, sehingga semua pekerjaan pun dia lakukan sendiri.
Dia menjadikan rumahnya sejak 2002 sebagai pusat olahraga. Selain tenis, Permadi menggelar sekolah catur dan saat ini menggagas cabang atletik. Dia menuturkan cabang atletik prospektif karena anak-anak pegunungan itu mempunyai stamina kuat. Apalagi medali yang diperebutkan di cabang atletik lebih banyak.
Kini, ratusan penghargaan untuk para atlet binaannya terpajang di tembok dan almari rumah. Salah seorang anak didiknya yang meraih prestasi adalah Maya Rosa Stefani (25). Warga Kelurahan Kalianget, Kecamatan Wonosobo, itu meraih medali emas pada SEA Games 2011 di Palembang dari cabang soft tenis. Pada 1998, Maya menggondol tiga medali emas dan empat medali perunggu dari tenis tunggal putri tingkat nasional.
Setiap medali atau piala bagi anak berprestasi disimpan di rumah Permadi. Bukti prestasi Maya di rumah itu sudah lebih dari 400 penghargaan. Saking menyatu dengan dunia tenis dan berkat ketekunan Permadi membimbing, saat berusia 17 tahun Maya menolak beasiswa di sebuah universitas terkemuka Amerika Serikat. Tahun 2003, Maya kembali meraih satu emas dan dua perak pada SEA Games. Dia pun dikirim ke berbagai negara di Eropa karena masuk peringkat empat atlet Asia. Tahun 2003, Maya mengikuti AFRO-Asian Games III di India dan menjadi juara.
Atlet berprestasi lain binaan Permadi adalah Dita Noviana (12). Pada 2011, Dita menjadi juara I catur cepat putri se-Kabupaten Wonosobo dan lomba catur Yayasan Bhakti Mulia. Saat ditemui di rumahnya di Dusun Wonobungkah RT 3 RW 6 Desa Jlamprang, Dita mengakui meraih prestasi gemilang itu berkat ketekunan sang guru, Permadi. ”Saya latihan catur dua tahun lalu dan sekarang sudah bisa menjadi juara,” katanya.
Pecatur cilik putra Taufik Ovet (11) juga menjadi unggulan daerah. Siswa SDN 8 Wonosobo itu menjadi juara catur cepat pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) Wonosobo tahun 2011. Pecatur cilik lain, Naswa (6) asal Kampung Rowopeni, yang baru berlatih enam bulan lalu, kini sudah berani diadu dengan pecatur dewasa.
Permadi memang dikenal sebagai pelatih olahraga yang dermawan. Dia ingin menjadikan anak-anak di Wonosobo mempunyai mimpi menjadi atlet kelas dunia. Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wonosobo, Wong Kien Wa, mengemukakan keuletan Permadi membina tenis cukup dikenal. Permadi adalah profesional di bidangnya yang terobsesi memajukan olahraga di daerah.
Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif, pun mengapresiasi langkah Permadi dan pegiat olahraga yang mendorong anak-anak berprestasi. Untuk mewujudkan prestasi olahraga di Wonosobo, perlu prasarana dan sarana memadai, termasuk Gelanggang Olahraga (GOR), sehingga bisa membina atlet secara intensif dan proporsional. Dia meminta KONI segera mewujudkan pembangunan GOR. Kalau bisa terwujud tahun ini. ”Saya minta pengurus KONI menjalin kemitraan dengan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pengusaha swasta,” katanya.
Pada ajang Dulongmas Surakarta 2011, Wonosobo berada di urutan ke- 27 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Medali yang diraih berupa empat emas, enam perak, dan 10 perunggu.
Keminiman prestasi itu membutuhkan kebijakan yang terarah dan serius untuk memajukan olahraga di Wonosobo. Dan, Permadi sudah memberikan kontribusi yang tak ternilai harganya. (51)
Sumber : SUARA MERDEKA

Senin, 16 Januari 2012

Puisi tentang Persami

Semuanya bekerja sama
Berlomba - lomba menjadi yang terbaik
Satu regu satu pikiran satu hati
Di malam yang dingin hujan gerimis
Pos demi pos di selesaikan
Waktu demi waktu telah berlalu
Bercanda bertengkar selalu menghiasi
Kita semua telah bekerja keras
Bekerja keras melakukan yang terbaik
Mental dan fisik kita telah dilatih
untuk menghadapi semua ini..
Sampai bertemu tahun depan PERSAMI..

#Jaro Kenya 7F
Maaf kalau jelek, Begginer

Minggu, 01 Januari 2012

Pengunguman Lomba Narsis Special Natal !!!

Iyah, setelah sekitar 2 minggu pemilihan lomba narsis special natal yang dilakukan secara vote terbuka,, AKHIRNYA, ditentukan pemenang Narsis Special Natal yaitu MANGGAR KOMALANING DYAH PAWESTRI !!!!
Keterangan :
Hijau : Dylla Setiadji : 5 orang
Hijau muda (warna apaan lah tu) : Yesira Setyo Palupi : 1 orang
Biru : Manggar Komalanging Dyah Pawestri : 14 orang



Buat hadiahnya admin nggak jamin kapan, tapi pasti diserahkan ..


Salam

Admin Agin

Rabu, 28 Desember 2011

Photo Kegiatan Mid Semester Part 2

17 Oktober 2011
Hari ini, hari yang mendebarkan bagi para calon ketua OSIS, ya pemilihan ketua OSIS yang sengit ini membuat para PPS harus siap mentertibkan jalannya pemerintahan pencontrengan.
Persiapan sebelum yel-yel merupakan hal yang tak boleh dilupakan setelah rentetan latihan yang dilakukan selama waktu yang diberikan untuk persiapan. 
Lihat Hilda 7 G yang wajahnya tampak serius dengan mengenakan dasi di kepalanya, rompi yang dipadukan dengan kemeja OSIS dan rok OSIS. 


Waktunya tampil ! kita lihat aksi kakak kelas yang dengan PD-nya tampil sedikit gila

Photo Kegiatan Mid Semester Part 1

15 Oktober 2011







Yap, hari ini anak kelas 7 harus jadi obat nyamuk di tengah keasyikan permainan bola volley kelas 8 dan 9. Banyak yang memutuskan ke Selatan untuk latihan Yel-yel. Lomba yel-yel yang akan dilaksanakan esok haripun jadi momok yang mengerikan buat kelas yang belum mempersiapkan dengan baik.





Seperti kita lihat di atas, kelas 7 A yang sedang gigih berlatih yel-yel dengan guru kelas Bu Harti. Merekalah satu-satunya kelas yang bersemangat mengikuti lomba yel-yel ini. 
Yang terkandung **cakilaa :
-Kita waktu nonton pertandingan voli
-Latihan 7 A untuk Yel-yel
-Latihan 7 B untuk Yel-yel (hidden file)

KOMUNITAS SEPEDA SPENSA oleh JARO KENYA 7F

Temen-temen, ga asing kan kalo anak-anak kelas 7 berangkat sekolah pake sepeda? yupz...
Biasanya, anak kelas 7 yang berangkat naik sepeda, habis pulang sekolah, mereka selalu gowes bareng,secara buat ngelepas galau habis pulang sekolah...
Anak- anak tersebut adalah : #Jengjeng
-Jeff Kemal Aziz 7G
-Rizky Fajar Adzani 7B
-Jaro Kenya 7F
-Farisgina Almeyda
-Hanif Widi a.k.a gembul 7B
-Muhammad Sayyid Fauzan 7B
-Irwan Tambunan 7B
biasanya..mereka menggowes habis pulang sekolah..nggowes biar galau nya yang tadi di kelas hilang semua..#haha..
kebiasan mereka lagi adalah mangkal dong..eitz..dimanakah mangkalnya (?)
biasanya mereka mangkal di Es Choki-Choki Bu Is..:D
Sekian dulu ya artikel dari saya..:D


Nah, masing dari pengGOWES diatas punya sepeda yang unik2 lo..#haha..
dari FIXIE,MTB,DOWNHILL,BMX,dll ada semua pokoknya..:D
punya karakter yang antik juga..:D 
pokoknya sip dehh..two thumbs up deh..
Go Green..! 
Lanjutkan gan!

RATU ALMA, KECIL-KECIL JAGO MELUKIS

Siapa sangka gadis belia yang mungil dan pendiam ini punya prestasi? Yah, Ratu Alma Adiba kelas 8a putra pasangan Heru Arianto dan Ela Dian Sukmawati yang tinggal di Jalan Serayu No. 31 Betengsari, Wonosobo ini, ternyata mempunyai bakat melukis dan menulis. Alma juga hobi menyanyi dan mengarang lagu. Untuk menyalurkan bakatnya bidang menulis waktu masih kelas 7, Alma ikut ekstrakurikuler Jurnalistik. Namun, setelah naik kelas 8 ini, Alma ingin mendalami bidang yang lain yakni melukis dengan mengikuti ekstra melukis. Ternyata bakatnya melukis dapat membuahkan hasil dengan diperolehnya beberapa kejuaraan. Kejuaraan yang diraih Alma antara lain : 1) Juara 3 Lomba Melukis di FLS2N Kabupaten Wonosobo tahun 2011, 2) Juara 1 Lomba Melukis tentang Wonosobo Asri dalam rangka memperingati Hari Jadi Wonosobo tahun ini, dan 3) Juara 1 Pi Lomba Melukis dengan tema Berprestasi Tanpa Asap Rokok” tahun 2011. Cewek yang bercita-cita menjadi arsitek ini selalu memegang motto hidupnya, “ Hanya keyakinan dan usaha yang bisa wujudkan semuanya. Yakini diri sendiri, banyak peluang untuk maju. Jangan menunggu kesempatan dating.” katanya.
Ke depan Alma berharap menjadi lebih handal, berpengalaman, dan menjadi terbaik serta berprestasi. Kepada rekan Eksis, Alma berpesan, “ Raihlah prestasi sebanyak mungkin selagi masih ada waktu. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda.” Gadis yang lahir di Semarang tanggal 20 Februari 1999 ini memang suka melukis sejak TK. Alma mengaku kalau bakatnya itu mungkin dari ayahnya yang berprofesi sebagai pedagang. Kepada pembaca Eksis, Alma berbagi kiat saat menghadapi lomba, yakni 1) jangan meremehkan lawan, 2) percaya diri dan berusahalah semaksimal mungkin, belajar dan mencari kelemahan lawan. Sutikno, S.Pd selaku guru pembimbing ekstra Melukis tentu punya trik sendiri dalam mempersiapkan peserta mengikuti lomba sejenis di ajang yang sama.
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa

PUPUT ISTI N Jago Karate

SIAPA bilang olahraga bela diri hanya cocok buat kaum Adam. Cewek pun boleh juga mendalaminya. Seperti yang dilakukan Puput Isti N atau lebih akrab dipanggil Puput. Siswi SMP Negeri 1 Wonosobo ini sejak kecil sudah menyukai olahraga bela diri, khususnya karate. Bahkan dara kelahiran Wonosobo, 16 Januari 1997 ini telah banyak mengukir prestasi dari cabang olahraga keras ini.
Tak hanya di tingkat kabupaten maupun provinsi, gadis yang tinggal di Jalan Lurah Sudarto, Bugangan Utara RT 01 RW IV, Kalianget, Wonosobo ini pernah berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional. Wow.. hebat ya sobat Eksis!!
“Aku sejak kecil sudah suka karate, bahkan waktu SD sudah beberapa kali juara. Bagiku karate itu olah raga beladiri yang sangat menantang, dan bisa untuk menjaga diri.” ucap dara yang punya hobi menyanyi dan jalan-jalan ini kepada tim Eksis Radar Semarang.
Tak heran, jika saat ini koleksi piala, piagam dan medali hasil kejuaraan berjajar di rumahnya. Di antaranya, juara I lomba karate tingkat nasional SBY Cup 2011, juara III Piala Pangdam IV/Diponegoro 2011, juara I Gubernur Jatim Cup 2010, juara I dan Best of The Best Putri Nasional 2009 ASEAN, juara I ASEAN 2009, Juara III Provinsi Jateng 2010 dan masih banyak lagi.
Ditanya kiatnya meraih prestasi dalam olahraga karate, dara yang bercita-cita menjadi seorang Polwan ini mengaku harus bisa membagi waktu dengan baik, antara berlatih karate dengan belajar.
Putri bungsu Bapak Isworo dan Ibu Yuli Susanti ini mengaku punya cara jitu untuk mengusir rasa nervous saat berlaga, yakni dengan percaya diri bahwa saya bisa.
Ke depan penyuka ayam goreng ini punya obsesi untuk menjadi atlet karate tingkat dunia.
“Penginnya sih bisa masuk timnas Indonesia, dan bisa mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,”ujar pengidola Aghayef dan Umar Syarif, yang juga seorang pemain karate terkenal.
Meski demikian, Puput tak melupakan sekolah. Baginya, pendidikan tetap nomor satu, karena akan menentukan masa depannya.
“Kalo bisa sih, karate jalan, sekolah juga oke,” ucap gadis yang punya motto “Tetaplah menjadi yang terbaik, sebelum angan dan cita-cita tenggelam…Berlatih yang giat itu kuncinya…Bisa karena biasa” ini sambil tersenyum manis. Oke sukses terus ya Put!! (tim eksis)
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa

Raih Tiga Medali Regional Olympiade

Raih Tiga Medali Regional Olympiade
Tiga siswa SMPN 1 Wonosobo meraih medali pada ajang Regional Olympiade SMP RSBI Jawa Tengah yang digelar di SMA Taruna Nusantara pada tanggal 4 s/d 6 Oktober 2011 yang lalu. Siapa mereka? Inilah Dia. Amalia Irsha Adhani (Medali Perak Fisika), Ratna Layrani Prayoga (Medali Perunggu Matematika) dan Re Septian Ilhamsyah (Medali Perunggu Bahasa Inggris) yang semuanya duduk di kelas 9a. Re yang baru pertama kali ikut ajang serupa merasa senang karena mendapat teman baru dan pelayanan baik dari pihak penyelenggara. “Karena sudah belajar dengan tekun, mendapat perunggu sudah sangat bersyukur” kata Re pada Tim Eksis. “ Hidup itu seperti roda berputar, kadang di bawah, kadang di atas” ujar cowok jangkung yang tinggal di Wanantara, Sidorejo, putra dari pasangan PNS Tri Ongko Saktio dan Ithung Harmani. Re yang lahir di Wonosobo, tanggal 9 September 1996 ternyata suka olah raga Taekwondo. Ia bercita-cita ingin menjadi orang sukses, makanya ingin melanjutkan di SMAN 1 Wonosobo yang telah banyak menelorkan banyak berprestasi.
Berbeda dengan Re, Ratna yang sudah sering mengikuti berbagai lomba malah merasa grogi saat lomba Regional Olympiade kemarin. “ Aku takut kalau tidak bisa mengerjakan dan takut waktunya tidak cukup” kilahnya. “ Tapi setelah selesai lomba aku dapat menenangkan diri. Aku senang karena mendapat banyak teman” tambahnya. Gadis berambut panjang tersebut sudah menyiapkan diri dengan belajar tekun. Baik itu mengerjakan soal-soal, merangkum atau bertanya kepada guru saat menemui kesulitan. Ratna yang tinggal bersama orang tuanya Didit Parana Prayoga dan Supriyani di Bangsari, Wilayu RT 01/14, Kecamatan Selomerto itu ternyata punya prestasi lain baru-baru ini. Yakni meraih juara 1 Lomba matematika Tk Kabupaten dalam rangka Lustrum SMKN 1 Wonosobo tahun 2011 ini. Ratna yang hobi renang dan berulang tahun setiap tanggal 31 Agustus mempunyai motto: Manfaatkan waktu sebaik mungkin karena waktu sangat cepat berlalu dan tidak bisa diulang.
“ Berusahalah menjadi yang terbaik tapi jangan pernah merasa menjadi yang terbaik” pesan Amalia kepada Tim Eksis. “ Lomba Science Camp merupakan lomba dengan soa-soal yang lumayan susah. Namun, saya merasa senang karena dapat pengalaman, teman, dan pengetahuan” jawabnya saat ditanya kesannya mengikuti lomba tersebut. Gadis berambut ikal putra pasangan keluarga Ahmad Ridho dan Sri Handayani yang tinggal di Perum. Purnamandala Rt 03 Blok U4 memang suka membaca. Tidak heran kalau ia bercita-cita ingin menjadi dokter anak. Amalia berpesan kepada teman-teman pembaca Eksis agar mau belajar dengan banyak membaca buku. Pantas Amalia dapat menjadi Siswa Berprestasi 1 Tk Kabupaten, orang dia suka baca buku. Sri Wahyuni, S.Pd, MM Pd dan Muyadi, S.Pd selaku guru pembimbing dan pendamping lomba Regional Olimpiade tentu bersyukur dengan prolehan medali meski belum mendapat medali emas tahun ini.
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa

ALFIN HARJUNO DWIPUTRO Raih Emas OSN 2011

COWOK ganteng ini punya nama lengkap Alfin Harjuno Dwiputro. Namun siswa kelas 9 a.SMP Negeri I Wonosobo ini biasa disapa Alfin saja. Belum lama lalu, Alfin berhasil menorehkan prestasi gemilang. Dia berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Biologi yang digelar di Manado, Sulawesi Utara pada 15-20 Juli lalu.
Putra pasangan Bapak Drs. Sujatmiko dan Ibu Ir. Lilik R.A. maju ke tingkat nasional setelah mengikuti seleksi tingkat Jateng di Donohudan, Boyolali. Yang menarik, awalnya cowok kelahiran Temanggung,14 September 1997 ini tidak termasuk peringkat 1 sampai 15 besar provinsi yang mendapat bimbingan khusus di Salib Putih, Salatiga. Namun berkat bimbingan guru biologi SMPN I Wonosobo, Mei Rohwati, SPd dan Sari Wahyuningtyas, STP, Alfin berhasil menyumbangkan medali emas bagi tim Jateng.
Tentu saja, prestasi ini menambah daftar panjang perolehan medali pada ajang OSN yang diraih wakil dari SMPN 1 Wonosobo. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya beberapa siswa SMPN 1 Wonosobo juga memperoleh medali di ajang yang sama.
Ditanya kiatnya meraih prestasi, penyuka pecel ini mengaku tidak ada resep khusus untuk meraih prestasi.
“Aku selalu menyempatkan belajar setiap hari,terutama malam hari” ujar Alfin kepada tim Eksis Radar Semarang.
Cowok yang bercita-cita masuk ke SMA Taruna Nusantara ini berharap prestasi yang diraihnya ini bisa melecutkan semangat adik-adik kelasnya untuk meraih prestasi lebih baik lagi di ajang OSN mendatang.
“Aku pengin tahun depan akan lebih banyak lagi siswa SMPN 1 yang lolos ke OSN, serta lebih banyak medali yang diperoleh,” harap cowok yang tinggal di Mirombo Permai, Kelurahan Rojoimo, Kecamatan Wonosobo. (tim eksis)
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa

Seleb Spensa

Sobat Eksis, ngomongin soal seleb, pasti kalian langsung nyambung. Habis setiap hari ada saja berita seputar selebriti baik dari radio, TV, internet, koran, tabloid, maupun dari orang-orang yang emang suka ngegosip. Pesona hidup selebriti yang serba wah, siapa yang tidak pingin? Pakaian bagus, rumah megah yang diisi dengan berbagai pernak-pernik koleksi yang tentu mahal dan bagus, mobil mewah, uang berlimpah, dll. Belum lagi jadi idola yang didamba orang, siapa tidak mimpi?
Tapi, jangan kaget ya, yang dimaksud di sini adalah siswa spensa yang layak disebut seleb. Memang jauh dari kriteria tadi. Meski demikian, siswa seleb ini juga punya aura positif bagi kehidupan sekolah. Ia dikenal, disukai, diidolakan, dan dinanti kehadirannya setiap saat karena punya pesona tersediri. Menurut Webster’s Revised Unabridge Dicdionary (1913), seleb (selebrity) adalah keadaan/kondisi yang menjadikannya ternama, populer, mashur, atau ngetop. Berarti juga orang yang mendapatkan penghargaan atau bintang jasa. Setelah Tim Eksis mengadakan jajak pendapat pada hari Senin yang lalu, didapat tiga siswa yang layak menyandang seleb di Spensa Sobo. Siapa dia?
Ini Dia, Seleb 1
Gemma Arlyadesta atau biasa disapa Tata. Siswa kelas 9D, no absen 15 mendapat suara terbanyak pada jajak pendapat siswa seleb di SMPN 1 Wonosobo. Cowok tampan dengan tinggi 179 cm dan ukuran sepatu 45 ini memang jago basket. Putra sulung pasangan Heli Kuswanto dan Arum Sri Artiningsih yang tinggal di Jln Banyumas KM 12, Selomerto, Leksono, Wonosobo ini juga sangat menawan. Ia banyak dikenal oleh adik-adik kelas karena ramah, tidak sombong, cool juga wajahnya unyu-unyu. Kalo ngomong logatnya ngapak-ngapak jadi lucu. “Pokoknya punya pesona tersendiri dan pandai mengikat hati” kata beberapa cewek kompak. Cihui, masak sih? Terpilihnya Tata sebagai siswa terpopuler di lingkungan sekolah agaknya tidak salah bagi cowok berkulit sawo matang dengan rambut sedikit pirang ini. Pasalnya , Tata tidak hanya anak yang baik, tapi juga senang berteman, seperti mottonya, “Lebih banyak teman lebih baik” katanya. Yang buat tambah mempesona lagi saat ditanya cita-citanya, Tata bilang, “Ingin membahagiakan orang tua”, sebuah keinginan yang luar biasa. Oke, semoga harapan Tata tercapai, seperti saat diraihnya kejuaraan basket sebanyak 3 kali sebagai juara 1 Tingkat Kabupaten pada beberapa waktu lalu bersama Timnya, yakni Rino Rahmawanto Nugroho/9D, Ilham Trisna Aji/9E, Zaenal Arifin/9E, dan Giffary/9C. Kejuaraan terbaru yang diraih adalah Juara 1 Tim Putra SMP pada kegiatan Turnamen Basket Tingkat Pelajar Wonosobo Basket Ball Competision di Alun-Alun, Wonosobo. Tata juga terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) pada ajang yang sama. “Senang, bisa terpilih jadi seleb. Acara beginian cukup bagus untuk menunjang prestasi sekolah kita” kata cowok berbintang Sagitarius yang mengidolakan pebasket dunia M.Jordan dan Amin Prihantono di akhir wawancara.
Ini Dia, Seleb 2
Alfin Harjuno Putra, seleb yang satu ini memang cukup kuat pesonanya. Ia tidak saja ganteng, bertubuh tinggi kekar, berkulit putih bersih namun prestasinya bok, buat ngiler teman : meraih medali emas OSN Biologi tahun 2011 ini. Prestasi cowok yang agak pendiam putra pasangan Sujatmiko dan Lilik Retno yang bekerja sebagai PNS Pemda Wonosobo ini memang pas dengan cita-citanya. Alfin ingin menjadi dokter, untuk mewujudkan prestasinya waktu kecil saat menjadi Juara 1 lomba Dokter Kecil Tingkat Propinsi. “ Aku ingin meneruskan di SMA Taruna Nusantara Magelang” kata Alfin saat ditanya minat melanjukan kelak. Cocok banget kalau begitu, sudah cerdas masih hobi membaca lagi. Eh, Alfin tuh merasa biasa aja terpilih jadi seleb Spensa. Cuma bilang “Acara beginian lumayan bermutu” dan usul agar materi liputan yang akan datang tentang ekskul. Dengan tinggi 174 cm dan berat badan 80 kg, cowok yang lahir di Temanggung, 19 September 1997 yang lalu ini memang nampak berwibawa. Begitu juga dengan mottonya “ Pendidikan merupakan invetasi masa depan”, semakin mantap jadinya. Kata-kata yang memotivasinya adalah “ Berharaplah untuk berhasil, bukan berambisi untuk berhasil”.
Ini Dia, Seleb 3

Jessica Antoinette, gadis yang tinggal di Jln Mayor Katamso No 2 Wonosobo ini merupakan satu-satunya cewek yang terpilih jadi seleb Spensa. Siswi kelas 8E no absen 15 ini memang punya banyak kelebihan. Selain cantik dan pintar, cewek kelahiran Temanggung tanggal 1 Agustus 1998 lalu ini amat periang jadi dikenal oleh adik maupun kakak kelas. Mungkin juga karena wajahnya yang unyu-unyu sehingga punya pesona tersendiri dan memiliki aura positif bagi siapa saja yang dekat dengannya. “Anaknya baik dan ramah kok” kata salah satu teman cowok terus terang. Putri bungsu pasangan Sudaryanto dan Soliestyaningsih (Almh) yang bercita-cita jadi dokter ini tidak menyangka terpilih jadi seleb di SMPN 1 Wonosobo. “Senang dan bangga. Tidak menyangka, soalnya aku belum punya prestasi. Mungkin karena temanku banyak ya?” kilahnya saat ditanya perasaanya setelah terpilih seleb spensa. Jess pun memuji kalo pemilihan seleb ini terasa unik dan kreatif. Gadis berkulit putih, rambut hitam , tinggi 55 cm dan berat 40 kg ini memang tidak suka yang rumit-rumit, pinginnya yang rileks-rileks saja. Pantesan penggemar nasi dan kentang goreng serta mie ayam ini selalu nampak segar dan selalu ceria. Hobinya pun yang rileks-rileks yakni mendengarkan musik sambil membaca atau basket. Oke, semoga harapan Jess untuk menjadi orang sukses dapat tercapai.
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa