Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2012

Menulis di Blog Bikin Remaja Lebih Pede

         Kebiasaan menulis di situs pribadi seperti blog ternyata berdampak positif bagi perkembangan mental remaja. Dalam studi terbaru terbukti remaja yang punya masalah dalam pergaulannya cenderung lebih tenang dan percaya diri setelah mereka menyampaikan unek-uneknya di blog.
         Penelitian tersebut dilakukan terhadap 161 siswa sekolah menengah atas di Israel, yang terdiri dari 124 remaja putri dan 37 remaja laki-laki berusia 15 tahun. Pada umumnya remaja tersebut punya masalah dalam pergaulannya alias kuper.
         Para remaja itu dibagi dalam enam kelompok. Empat kelompok ditugaskan untuk mulai menulis di blog, satu kelompok menulis dalam buku harian pribadi mengenai masalah sosialisasi, dan kelompok terakhir tidak melakukan apa pun.
         Pada dua kelompok yang diminta ngeblog, mereka fokus menulis tentang persoalan pergaulan dan salah satu kelompok membebaskan pembaca blognya untuk berkomentar. Dua kelompok yang juga melakukan aktivitas ngeblog lainnya diperbolehkan menulis tentang berbagai topik, dan salah satu kelompok tersebut juga terbuka untuk komentar pembaca.
         Selama 10 minggu para remaja itu melakukan kebiasaan barunya. Para peneliti kemudian menganalisa kepercayaan diri para remaja itu, termasuk aktivitas sosial dan kebiasaannya sebelum, saat periode penelitian, dan dua bulan pasca durasi penelitian.
Remaja yang berasal dari kelompok menulis blog menunjukkan peningkatan pesat dalam kepercayaan diri. Aspek psikologis lainnya seperti kecemasan dan tekanan emosional juga berkurang. 
Peningkatan paling signifikan tampak pada remaja yang diminta "curhat" mengenai masalah pergaulan dan blognya terbuka untuk dikomentari. 
          "Penelitian menunjukkan menulis buku harian pribadi serta bentuk penulisan ekspresif lainnya adalah cara yang baik untuk melepaskan tekanan emosional. Remaja saat ini sangat dengan dunia online sehingga blog bisa menjadi media ekspresi dan komunikasi dengan sebayanya," kata ketua peneliti Meyran Boniel-Nissim. 
           Ditambahkan olehnya, meski gangguan di dunia online atau cyberbullying kini semakin luas, namun pada umumnya komentar-komentar yang masuk dalam blog para remaja itu bernada positif dan memberi dukungan.


SUMBER : KOMPAS.com

Jumat, 27 Januari 2012

RUMAH OLAHRAGA BAGI ANAK MISKIN

PAGI-PAGI Permadi sudah bangun. Jam menunjukkan pukul 05.00. Pria berusia 70 tahun itu masih terlihat sehat dan gagah saat menggunakan sepeda motor menuju ke lapangan tenis indoor di Jalan Sindoro. Ya, Permadi adalah pembina atlet yang tak kenal lelah. Dia mendirikan rumah olahraga di Jalan Dieng 22, Kampung Rowopeni, Wonosobo.
Sosok dan kiprah Permadi dalam menggerakkan dunia olahraga memang seperti tak terendus media massa. Padahal dari tangan dinginnya, para atlet dari Wonosobo berhasil meraih medali pada kompetisi tingkat daerah, nasional, dan internasional.
”Saya hanya ingin berbagi ilmu dengan generasi muda. Saya ikhlas mengabdikan sisa usia untuk kemajuan olahraga,” kata dia.
Pertengahan 1978, hati Permadi terketuk setelah tak seorang pun atlet Wonosobo bisa mengharumkan nama daerah. Dia melihat anak-anak kampung hanya menjadi penonton dan tak banyak yang berkesempatan menjadi atlet. ”Saya ingin anak-anak tumbuh dengan sehat dan berprestasi,” ujarnya.
Wujudkan Obsesi
Tak berhenti dengan membinan, Permadi pun rajin menyambangi kolega pejabat yang mengurusi bidang olahraga untuk mengadvokasi anak-anak berprestasi. Dia berharap anak berbakat tersebut mendapat penghargaan dari pemerintah. ”Anak-anak yang punya bakat dan berprestasi di bidang olahraga harus dihargai. Kesulitan mereka di sekolah harus terpecahkan.”
Permadi tidak terlalu kaya, meski rumahnya tergolong mewah untuk ukuran warga di kampungnya. Untuk mewujudkan obsesi dalam pembinaan olahraga bagi anak-anak, dia menyisihkan uang dari penghasilan melatih tenis profesional para pejabat dan pegawai negeri sipil. Dia enggan menyebut berapa penghasilan per bulan. Namun sekitar 30 atlet yang belajar di rumahnya tak dipungut biaya, bahkan setiap anak didik yang berprestasi dia beri uang pembinaan. Nilainya bervariasi, paling kecl Rp 100.000. Dia sering juga memberikan alat-alat tulis dan perlengkapan pendidikan bagi siswa kurang mampu.
”Saya persilakan semua anak bebas berkreasi. Mereka rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu. Kalau setelah latihan orang tuanya tidak menjemput, saya yang mengantarkan,” tuturnya.
Untuk memicu anak-anak rajin berlatih di rumahnya, dia memasang tulisan-tulisan motivasi di dinding rumah. Dia menyediakan pula aneka jajanan anak secara gratis. Di rumahnya juga terdapat berbagai jenis tanaman bunga bervariasi yang disukai anak-anak.
Di sela-sela menunggu latihan, anak-anak dimanjakan dengan aneka mainan pengasah otak. Setelah sekolah caturnya saat ini berkembang, dia ingin mendirikan arena olahraga bridge dan bola sodok di sudut rumah yang tersisa.
Kini, dia fokus mengembangkan pembinaan jenis olahraga yang tak perlu membutuhkan areal terlalu luas. ”Cuaca di Wonosobo yang hujan terus-terusan membuat olahraga tennis di areal terbuka kurang efektif,” katanya.
Permadi tak segan-segan mendatangi kepala sekolah untuk meminta anak berprestasi di bidang olahraga diberi keringanan biaya pendidikan dan akses beasiswa ke jenjang lebih tinggi. Sebab, dia prihatin selama ini pemerintah pusat dan daerah belum memperhatikan secara serius nasib dunia olahraga. Ingar-bingar komitmen membesarkan olahraga hanya tampak sebelum digelar kejuaraan, tetapi tidak pernah ada tindak lanjut secara jelas dan terarah.
Hidup Sendiri   
Sehari-hari Permadi tinggal sendirian di rumah berukuran 10 x 12 meter sejak sang istri, Maria Theresia, meninggal lima tahun lalu. Tak ada pembantu rumah tangga, sehingga semua pekerjaan pun dia lakukan sendiri.
Dia menjadikan rumahnya sejak 2002 sebagai pusat olahraga. Selain tenis, Permadi menggelar sekolah catur dan saat ini menggagas cabang atletik. Dia menuturkan cabang atletik prospektif karena anak-anak pegunungan itu mempunyai stamina kuat. Apalagi medali yang diperebutkan di cabang atletik lebih banyak.
Kini, ratusan penghargaan untuk para atlet binaannya terpajang di tembok dan almari rumah. Salah seorang anak didiknya yang meraih prestasi adalah Maya Rosa Stefani (25). Warga Kelurahan Kalianget, Kecamatan Wonosobo, itu meraih medali emas pada SEA Games 2011 di Palembang dari cabang soft tenis. Pada 1998, Maya menggondol tiga medali emas dan empat medali perunggu dari tenis tunggal putri tingkat nasional.
Setiap medali atau piala bagi anak berprestasi disimpan di rumah Permadi. Bukti prestasi Maya di rumah itu sudah lebih dari 400 penghargaan. Saking menyatu dengan dunia tenis dan berkat ketekunan Permadi membimbing, saat berusia 17 tahun Maya menolak beasiswa di sebuah universitas terkemuka Amerika Serikat. Tahun 2003, Maya kembali meraih satu emas dan dua perak pada SEA Games. Dia pun dikirim ke berbagai negara di Eropa karena masuk peringkat empat atlet Asia. Tahun 2003, Maya mengikuti AFRO-Asian Games III di India dan menjadi juara.
Atlet berprestasi lain binaan Permadi adalah Dita Noviana (12). Pada 2011, Dita menjadi juara I catur cepat putri se-Kabupaten Wonosobo dan lomba catur Yayasan Bhakti Mulia. Saat ditemui di rumahnya di Dusun Wonobungkah RT 3 RW 6 Desa Jlamprang, Dita mengakui meraih prestasi gemilang itu berkat ketekunan sang guru, Permadi. ”Saya latihan catur dua tahun lalu dan sekarang sudah bisa menjadi juara,” katanya.
Pecatur cilik putra Taufik Ovet (11) juga menjadi unggulan daerah. Siswa SDN 8 Wonosobo itu menjadi juara catur cepat pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) Wonosobo tahun 2011. Pecatur cilik lain, Naswa (6) asal Kampung Rowopeni, yang baru berlatih enam bulan lalu, kini sudah berani diadu dengan pecatur dewasa.
Permadi memang dikenal sebagai pelatih olahraga yang dermawan. Dia ingin menjadikan anak-anak di Wonosobo mempunyai mimpi menjadi atlet kelas dunia. Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wonosobo, Wong Kien Wa, mengemukakan keuletan Permadi membina tenis cukup dikenal. Permadi adalah profesional di bidangnya yang terobsesi memajukan olahraga di daerah.
Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif, pun mengapresiasi langkah Permadi dan pegiat olahraga yang mendorong anak-anak berprestasi. Untuk mewujudkan prestasi olahraga di Wonosobo, perlu prasarana dan sarana memadai, termasuk Gelanggang Olahraga (GOR), sehingga bisa membina atlet secara intensif dan proporsional. Dia meminta KONI segera mewujudkan pembangunan GOR. Kalau bisa terwujud tahun ini. ”Saya minta pengurus KONI menjalin kemitraan dengan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pengusaha swasta,” katanya.
Pada ajang Dulongmas Surakarta 2011, Wonosobo berada di urutan ke- 27 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Medali yang diraih berupa empat emas, enam perak, dan 10 perunggu.
Keminiman prestasi itu membutuhkan kebijakan yang terarah dan serius untuk memajukan olahraga di Wonosobo. Dan, Permadi sudah memberikan kontribusi yang tak ternilai harganya. (51)
Sumber : SUARA MERDEKA

Rabu, 28 Desember 2011

KOMUNITAS SEPEDA SPENSA oleh JARO KENYA 7F

Temen-temen, ga asing kan kalo anak-anak kelas 7 berangkat sekolah pake sepeda? yupz...
Biasanya, anak kelas 7 yang berangkat naik sepeda, habis pulang sekolah, mereka selalu gowes bareng,secara buat ngelepas galau habis pulang sekolah...
Anak- anak tersebut adalah : #Jengjeng
-Jeff Kemal Aziz 7G
-Rizky Fajar Adzani 7B
-Jaro Kenya 7F
-Farisgina Almeyda
-Hanif Widi a.k.a gembul 7B
-Muhammad Sayyid Fauzan 7B
-Irwan Tambunan 7B
biasanya..mereka menggowes habis pulang sekolah..nggowes biar galau nya yang tadi di kelas hilang semua..#haha..
kebiasan mereka lagi adalah mangkal dong..eitz..dimanakah mangkalnya (?)
biasanya mereka mangkal di Es Choki-Choki Bu Is..:D
Sekian dulu ya artikel dari saya..:D


Nah, masing dari pengGOWES diatas punya sepeda yang unik2 lo..#haha..
dari FIXIE,MTB,DOWNHILL,BMX,dll ada semua pokoknya..:D
punya karakter yang antik juga..:D 
pokoknya sip dehh..two thumbs up deh..
Go Green..! 
Lanjutkan gan!

Mars SMP 1 Wonosobo

Tiada hari tanpa prestasi slalu jaya dalam laga
Semangat membara dalam dada berjiwa satria
SMP 1 Wonosobo membina bunga putra bangsa
Generasi muda cendekia berakhlak mulia
Jernih berpikir bijak bertindak jujur berprilaku
Satu dalam langkah bulat bertekad membangun negara
Ayo kobarkan semangat juang mu raih masa depan
Pantang menyerah terus maju jaya lah sekolah kita

*singing* 

Abizar Ihza on Document Facebook

Pekok

pada suatu siang , seorang menager perusahaan elektronik dengan penuh keherana menegur seorang pengemis yang sedang antri memesan makan siang bersamanya di KFC. 

manager : pak capek ya habis ngemis ? laper ya pak ??
pengemis : biasa aja tuh , hari ini saya suah makan 3x sehari kok ;)
manager : loh ? uangnya cuma buat makan bapak doang ? anak istri bapak , dirumah makan apa ?
pengemis : kayak orang susah aja ! tadi pagi saya sekeluarga abis ngerayaain ultah anak saya yang ke lima di Mc Donald bareng guru dan temen temen sekolahnya . siang ini istri dan anaknya barusan bbm saya , mereka lagi makan di Pizza Hut tau !

manager sampai kebingungan dan berkata : emang bapak ngeis satu hari dapet berapa ?
pengemis : nih ya saya kasi tau !!
saya ngemis dari jam 07.00 - 17.00
lampu merah / hijau waktunya 60 detik . setiap 60 detik paling enggak saya bisa dapet 2.000
1 jam = 60 kali lampu merah / hijau
60 x 2000 = 120.000/jam
1 hari saya kerja 10 jam , 1 jam buat istirahat jadi 9 jam .
9 jam x 120 .000 = 1.080.000/hari
1 bulan saya kerja 26 hari
26 hari x 1.080.000 = 20.080.000/bulan

manager sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu :O

pengemis berkata : emang mas jadi manager , gaji per bulan berapa ?
manager : 15.000.000 :(
pengemis : ijasah ?
manager : S-2 :'(
pengemis : saya jadi prihatin deh liat penderitaan mas ! pasti abis banyak duit ya mas , buat kulliah ? blom lagi kerja kena marah ama boss . Kepala mas isinya pasti penuh soal kerjaan melulu . mending mas ngemis aja . biar kaya saya . saya ngemis udah 20 tahun , udh punya 2 mobil BMW buat saya dan istri saya . kartu kredit platinum ,apartemen , rumah di kawasan elite , anak saya belajar di Internasional school dan saya sekeluarga sudah keliling dunia minimal 2x dalam setahun ..

manager : *bengong dan menangis*

=))
 
DIKUTIP DARI BLOG 7 C BLOG 7 C

Pulang Liburan Bawa Pengalaman

Gimana liburannya Guys ? Hah, di rumah aja ! yang bener ? Kalau kamu liburan di rumah aja nggak usah dilema deh, Admin juga liburan di rumah *plak* **siapananya. Kalau kamu liburan di luar kota, jangan lupa untuk bagi-bagi cerita ama yang nggak liburan yaa :D. Emang postingan ini nggak begitu penting, tapi Admin cuman bertujuan satu ! mengingatkan kamu buat berbagi cerita (lucu,menyedihkan) selama liburan .. Ada kaaan ??? bagiiin yuk .. Kirimin aja ke smpsatuwonosobo@yahoo.co.id ... SEMUA KIRIMAN CERITA PASTI ADMIN POSTING ! AYO CEPETAN KIRIM CERITA KAMU ! JANGAN LUPA DAN JANGAN RAGU ! HADIAH MENARIK MENANTI KAMU ! JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN ! INI CARA MATIIN CAPSLOCK-NYA GIMANA ? *DITENDANG* **ADMINGAPTEK