Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2011

RATU ALMA, KECIL-KECIL JAGO MELUKIS

Siapa sangka gadis belia yang mungil dan pendiam ini punya prestasi? Yah, Ratu Alma Adiba kelas 8a putra pasangan Heru Arianto dan Ela Dian Sukmawati yang tinggal di Jalan Serayu No. 31 Betengsari, Wonosobo ini, ternyata mempunyai bakat melukis dan menulis. Alma juga hobi menyanyi dan mengarang lagu. Untuk menyalurkan bakatnya bidang menulis waktu masih kelas 7, Alma ikut ekstrakurikuler Jurnalistik. Namun, setelah naik kelas 8 ini, Alma ingin mendalami bidang yang lain yakni melukis dengan mengikuti ekstra melukis. Ternyata bakatnya melukis dapat membuahkan hasil dengan diperolehnya beberapa kejuaraan. Kejuaraan yang diraih Alma antara lain : 1) Juara 3 Lomba Melukis di FLS2N Kabupaten Wonosobo tahun 2011, 2) Juara 1 Lomba Melukis tentang Wonosobo Asri dalam rangka memperingati Hari Jadi Wonosobo tahun ini, dan 3) Juara 1 Pi Lomba Melukis dengan tema Berprestasi Tanpa Asap Rokok” tahun 2011. Cewek yang bercita-cita menjadi arsitek ini selalu memegang motto hidupnya, “ Hanya keyakinan dan usaha yang bisa wujudkan semuanya. Yakini diri sendiri, banyak peluang untuk maju. Jangan menunggu kesempatan dating.” katanya.
Ke depan Alma berharap menjadi lebih handal, berpengalaman, dan menjadi terbaik serta berprestasi. Kepada rekan Eksis, Alma berpesan, “ Raihlah prestasi sebanyak mungkin selagi masih ada waktu. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda.” Gadis yang lahir di Semarang tanggal 20 Februari 1999 ini memang suka melukis sejak TK. Alma mengaku kalau bakatnya itu mungkin dari ayahnya yang berprofesi sebagai pedagang. Kepada pembaca Eksis, Alma berbagi kiat saat menghadapi lomba, yakni 1) jangan meremehkan lawan, 2) percaya diri dan berusahalah semaksimal mungkin, belajar dan mencari kelemahan lawan. Sutikno, S.Pd selaku guru pembimbing ekstra Melukis tentu punya trik sendiri dalam mempersiapkan peserta mengikuti lomba sejenis di ajang yang sama.
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa

PUPUT ISTI N Jago Karate

SIAPA bilang olahraga bela diri hanya cocok buat kaum Adam. Cewek pun boleh juga mendalaminya. Seperti yang dilakukan Puput Isti N atau lebih akrab dipanggil Puput. Siswi SMP Negeri 1 Wonosobo ini sejak kecil sudah menyukai olahraga bela diri, khususnya karate. Bahkan dara kelahiran Wonosobo, 16 Januari 1997 ini telah banyak mengukir prestasi dari cabang olahraga keras ini.
Tak hanya di tingkat kabupaten maupun provinsi, gadis yang tinggal di Jalan Lurah Sudarto, Bugangan Utara RT 01 RW IV, Kalianget, Wonosobo ini pernah berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional. Wow.. hebat ya sobat Eksis!!
“Aku sejak kecil sudah suka karate, bahkan waktu SD sudah beberapa kali juara. Bagiku karate itu olah raga beladiri yang sangat menantang, dan bisa untuk menjaga diri.” ucap dara yang punya hobi menyanyi dan jalan-jalan ini kepada tim Eksis Radar Semarang.
Tak heran, jika saat ini koleksi piala, piagam dan medali hasil kejuaraan berjajar di rumahnya. Di antaranya, juara I lomba karate tingkat nasional SBY Cup 2011, juara III Piala Pangdam IV/Diponegoro 2011, juara I Gubernur Jatim Cup 2010, juara I dan Best of The Best Putri Nasional 2009 ASEAN, juara I ASEAN 2009, Juara III Provinsi Jateng 2010 dan masih banyak lagi.
Ditanya kiatnya meraih prestasi dalam olahraga karate, dara yang bercita-cita menjadi seorang Polwan ini mengaku harus bisa membagi waktu dengan baik, antara berlatih karate dengan belajar.
Putri bungsu Bapak Isworo dan Ibu Yuli Susanti ini mengaku punya cara jitu untuk mengusir rasa nervous saat berlaga, yakni dengan percaya diri bahwa saya bisa.
Ke depan penyuka ayam goreng ini punya obsesi untuk menjadi atlet karate tingkat dunia.
“Penginnya sih bisa masuk timnas Indonesia, dan bisa mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,”ujar pengidola Aghayef dan Umar Syarif, yang juga seorang pemain karate terkenal.
Meski demikian, Puput tak melupakan sekolah. Baginya, pendidikan tetap nomor satu, karena akan menentukan masa depannya.
“Kalo bisa sih, karate jalan, sekolah juga oke,” ucap gadis yang punya motto “Tetaplah menjadi yang terbaik, sebelum angan dan cita-cita tenggelam…Berlatih yang giat itu kuncinya…Bisa karena biasa” ini sambil tersenyum manis. Oke sukses terus ya Put!! (tim eksis)
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa

Raih Tiga Medali Regional Olympiade

Raih Tiga Medali Regional Olympiade
Tiga siswa SMPN 1 Wonosobo meraih medali pada ajang Regional Olympiade SMP RSBI Jawa Tengah yang digelar di SMA Taruna Nusantara pada tanggal 4 s/d 6 Oktober 2011 yang lalu. Siapa mereka? Inilah Dia. Amalia Irsha Adhani (Medali Perak Fisika), Ratna Layrani Prayoga (Medali Perunggu Matematika) dan Re Septian Ilhamsyah (Medali Perunggu Bahasa Inggris) yang semuanya duduk di kelas 9a. Re yang baru pertama kali ikut ajang serupa merasa senang karena mendapat teman baru dan pelayanan baik dari pihak penyelenggara. “Karena sudah belajar dengan tekun, mendapat perunggu sudah sangat bersyukur” kata Re pada Tim Eksis. “ Hidup itu seperti roda berputar, kadang di bawah, kadang di atas” ujar cowok jangkung yang tinggal di Wanantara, Sidorejo, putra dari pasangan PNS Tri Ongko Saktio dan Ithung Harmani. Re yang lahir di Wonosobo, tanggal 9 September 1996 ternyata suka olah raga Taekwondo. Ia bercita-cita ingin menjadi orang sukses, makanya ingin melanjutkan di SMAN 1 Wonosobo yang telah banyak menelorkan banyak berprestasi.
Berbeda dengan Re, Ratna yang sudah sering mengikuti berbagai lomba malah merasa grogi saat lomba Regional Olympiade kemarin. “ Aku takut kalau tidak bisa mengerjakan dan takut waktunya tidak cukup” kilahnya. “ Tapi setelah selesai lomba aku dapat menenangkan diri. Aku senang karena mendapat banyak teman” tambahnya. Gadis berambut panjang tersebut sudah menyiapkan diri dengan belajar tekun. Baik itu mengerjakan soal-soal, merangkum atau bertanya kepada guru saat menemui kesulitan. Ratna yang tinggal bersama orang tuanya Didit Parana Prayoga dan Supriyani di Bangsari, Wilayu RT 01/14, Kecamatan Selomerto itu ternyata punya prestasi lain baru-baru ini. Yakni meraih juara 1 Lomba matematika Tk Kabupaten dalam rangka Lustrum SMKN 1 Wonosobo tahun 2011 ini. Ratna yang hobi renang dan berulang tahun setiap tanggal 31 Agustus mempunyai motto: Manfaatkan waktu sebaik mungkin karena waktu sangat cepat berlalu dan tidak bisa diulang.
“ Berusahalah menjadi yang terbaik tapi jangan pernah merasa menjadi yang terbaik” pesan Amalia kepada Tim Eksis. “ Lomba Science Camp merupakan lomba dengan soa-soal yang lumayan susah. Namun, saya merasa senang karena dapat pengalaman, teman, dan pengetahuan” jawabnya saat ditanya kesannya mengikuti lomba tersebut. Gadis berambut ikal putra pasangan keluarga Ahmad Ridho dan Sri Handayani yang tinggal di Perum. Purnamandala Rt 03 Blok U4 memang suka membaca. Tidak heran kalau ia bercita-cita ingin menjadi dokter anak. Amalia berpesan kepada teman-teman pembaca Eksis agar mau belajar dengan banyak membaca buku. Pantas Amalia dapat menjadi Siswa Berprestasi 1 Tk Kabupaten, orang dia suka baca buku. Sri Wahyuni, S.Pd, MM Pd dan Muyadi, S.Pd selaku guru pembimbing dan pendamping lomba Regional Olimpiade tentu bersyukur dengan prolehan medali meski belum mendapat medali emas tahun ini.
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa

ALFIN HARJUNO DWIPUTRO Raih Emas OSN 2011

COWOK ganteng ini punya nama lengkap Alfin Harjuno Dwiputro. Namun siswa kelas 9 a.SMP Negeri I Wonosobo ini biasa disapa Alfin saja. Belum lama lalu, Alfin berhasil menorehkan prestasi gemilang. Dia berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Biologi yang digelar di Manado, Sulawesi Utara pada 15-20 Juli lalu.
Putra pasangan Bapak Drs. Sujatmiko dan Ibu Ir. Lilik R.A. maju ke tingkat nasional setelah mengikuti seleksi tingkat Jateng di Donohudan, Boyolali. Yang menarik, awalnya cowok kelahiran Temanggung,14 September 1997 ini tidak termasuk peringkat 1 sampai 15 besar provinsi yang mendapat bimbingan khusus di Salib Putih, Salatiga. Namun berkat bimbingan guru biologi SMPN I Wonosobo, Mei Rohwati, SPd dan Sari Wahyuningtyas, STP, Alfin berhasil menyumbangkan medali emas bagi tim Jateng.
Tentu saja, prestasi ini menambah daftar panjang perolehan medali pada ajang OSN yang diraih wakil dari SMPN 1 Wonosobo. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya beberapa siswa SMPN 1 Wonosobo juga memperoleh medali di ajang yang sama.
Ditanya kiatnya meraih prestasi, penyuka pecel ini mengaku tidak ada resep khusus untuk meraih prestasi.
“Aku selalu menyempatkan belajar setiap hari,terutama malam hari” ujar Alfin kepada tim Eksis Radar Semarang.
Cowok yang bercita-cita masuk ke SMA Taruna Nusantara ini berharap prestasi yang diraihnya ini bisa melecutkan semangat adik-adik kelasnya untuk meraih prestasi lebih baik lagi di ajang OSN mendatang.
“Aku pengin tahun depan akan lebih banyak lagi siswa SMPN 1 yang lolos ke OSN, serta lebih banyak medali yang diperoleh,” harap cowok yang tinggal di Mirombo Permai, Kelurahan Rojoimo, Kecamatan Wonosobo. (tim eksis)
Diambil dari Eksisku, Eksis Spensa

Tari Sindung Lengger Raih Juara

Tari Sindung Lengger Raih Juara
Tari Sindung Lengger yang dibawakan oleh Putri Alfina Q.A./8A, Rafri Dinda B.M./8A, Rizqia F.R./8A, Rizki Nurida R./8B, Tantiana A.E./B, Nurmaristia I./8C, dan Annisa Oksalia P./8G, berhasil menggondol prestasi sebagai Juara 2 Lomba BSC (Boys Scont Competition) yang ke-4 Tahun 2011 Tingkat Jawa Tengah. Lomba diselenggarakan di Fakultas MIPA Unnes Semarang pada tanggal 12-13 November lalu. Saat lomba Tari Sindung Lengger dapat menarik perhatian 5 orang yuri. Bahkan ada salah satu yuri yang ahli karawitan sampai ikut mengendang. Katanya, “Para yuri di- Dung Mak Ting Ting Jos-kan oleh para penari dari SMPN 1 Wonosobo”. “Tarian yang kalian bawakan sudah sangat bagus, namun jika kain yang dikenakan salah satu penari tidak lepas sedikit, mungkin kita berhasil lebih bagus”, komentar Sutikno Pembina OSIS yang ikut mendampingi lomba.
Tarian tersebut merupakan kesenian khas Wonosobo. Sindung artinya anak, lengger dimaknai angger, jadi maksunya anak yang dididik mulai lahir hingga dewasa. Tarian ini hasil modifikasi Tim seniman dan seniwati Wonosobo dibawah bimbingan Dinas Pariwisata. Letak khasnya pada gerakan, kostum maupun tata rias namun tetap mengacu pada seni lengger aslinya yang hampir tersebar di seluruh wilayah wonosobo. Ekskul Tari Khas wonosobo yang dibimbing oleh Nik Suprobo, S.Pd, Khalfan, dan Gito setiap hari Senin dan Kamis ini masih terbilang ekskul baru. Tujuan diadakan adalah untuk mengenalkan budaya lokal khususnya tari Lengger pada siswa. Jadi secara tidak langsung “Ikut nguri-uri kabudayan Jawa” kata Nik guru mapel Tari. Harapan lain agar dapat tampil pada berbagai kegiatan, seperti porseni, festival seni, peringatan hari-hari besar atau untuk mengikuti lomba. Walaupun ekstra baru, namun peminatnya cukup banyak, berjumlah 36 peserta.
“Siswa RSBI diharapkan minimal menguasai dua tarian khas daerah” harap Nik Supraba selaku guru mapel Tari. Sebenarnya hal itu bukanlah sesuatu yang nisbi ketika sarana prasarana sekolah mendukung. Namun, hingga kini belum tersedia ruang khusus yang lebar dan memadahi dengan dinding bercermin. Jadi saat berlatih menari pembimbing dapat melihat gerakan-gerakan muridnya melalui cermin tanpa kesulitan.
Oleh : Karina Desiyama (7F/17) dan Ainaya Nurrachma H. (7F/2)
Diambil dari blog Eksisku , Eksis Spensa